Rabu, 19 Mei 2010

SETiTiK HARAPANKU


Di ufuk Timur langit merah merekah
Membelah kabut hitam yang menyelimuti
Jiwaku dengan setia menunggu
Datangnya surya megah
Dibuai angin senja
Dalam penantian yang tak bertepi

Tawa berderai penuh kepalsuan
Seiring jiwaku yang menjerit
bercampur aduk jadi satu
Memusnahkan harapan yang tersisa
Gelombang kepedihan terus menderah
melanda jiwaku yang tak berdaya
Sinar keceria'an tampa noda
t'lah pudar
di balik tembok derita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar